Sabtu, 02 November 2013

RINGKASAN: AN-NA'IM (Biografi dan Pemikiran)



AN-NA’IM

A.    Biografi
Abdullah Ahmad An-Na’im adalah pemikir Muslim terkemuka dari Sudan. Dikenal luas sebagai pakar Islam dan Hak Asasi Manusia (HAM), dalam perspektif lintas budaya. Penelitiannya mencakup isu-isu ketatanegaraan di negeri-negeri Islam dan Afrika, di samping isu-isu tentang Islam dan Politik. Dia juga menekuni riset-riset lain yang difokuskan pada advokasi strategi reformasi melalui tranformasi budaya internal. Saat ini An-Na-im bekerja sebagai professor Charles Howard Candler di bidang Hukum di Emory Law School, Atlanta, Amerika Serikat.
Tentang data-data yang lainnya masih belum kami dapatkan, jadi hanya ini sekelumit biografi tentang An-Na’im yang bisa kami tulis dalam paper ini.

B.     Karya dan Pemikiran
Disini sedikit kami akan membahas tentang beberapa karya dan pemikirannya. Diantara karya-karyanya adalah :
  1. Towards an Islamic Reformation (1990)
  2. Islam dan Negara Sekuler: Menegosiasikan Masa Depan Syari’ah (2007)

Makalah Ilmu Al-Qur'an: Asbabun Nuzul



BAB II
Pembahasan

A.                 Pengertian Asbabun Nuzul
Ungkapan Asbabun Nuzul merupakan bentuk Idofah dari kata Asbab dan Nuzul. Namun secara Etimologi Asbabun Nuzul adalah sebab yang melatarbelakangi terjadinya sesuatu. Dan ketika istilah itu di gunakan dalam Ilmu Al-Qur'an, Asbabun Nuzul adalah sebab yang melatar belakangi turunnya Al-Qur'an.
Para ulama' berbeda pendapat dalam merumuskan Asbabun Nuzul secara terminologi. Menurut Azzarkoni Asbabun Nuzul adalah hal khusus atau sesuatu yang terjadi serta hubungan dengan turunnya ayat Al-Qur'an yang berfungsi sebagai penjelas hukum pada saat peristiwa itu terjadinya.
Menurut Kitab Al-Mana' al-Qotton, Asbabun Nuzul adalah peristiwa yang menyebabakan turunnya Al-Qur'an berkenaan dengannya waktu peristiwa itu terjadi baik berupa suatu kejadian atau berupa pertanyaan yang diajukan kepada Nabi.
Kendatipun redaksi pendefinisian di atas sedikit berbeda, semuanya menyimpulkan bahwa yang disebut Asbabun Nuzul adalah kejadian atau peristiwa yang melatarbelakangi turunnya ayat Al-Qur'an dalam rangka menjawab, menjelaskan dan menyelesaikan masalah yang timbul dari kejadian tersebut.
Bentuk-bentuk peristiwa yang melatar belakangi turunnya Al-Qur'an sangat beragam. Diantaranya adalah konflik sosial seperti kasus yang terjadi pada salah seorang sahabat yang mengimami shalat dalam keadaan mabuk. Dan berupa pertanyaan yang diajaukan oleh seorang sahabat kepada nabi berkaitan dengan sesuatu yang telah lewat, sedang atau yang akan terjadi.
Persoalan apakah seluruh ayat Al-Qur'an memiliki Asbabun Nuzul atau tidak ternyata menjadi bahan kontroversi di kalangan para ulama'. Sebagaian ulama' berpendapat bahwa tidak semua ayat Al-Qur'an memiliki Asbabun Nuzul. Pendapat tersebut menjadi kesepakatan jumhur ulama', akan tetapi sebagian berpendapat bahwa kesejaharahan arabiah pra Qur'an pada masa turunya Al-Qur'an merupakan latar belakang makro Al-Qur'an sedangkan riwayat Asbabun Nuzul merupakan latar belakang mikronya. Pendapat ini berarti menganggap semua ayat Al-Qur'an memiliki sebab yang melatarbelakangi.

B.                  Pentingnya mengetahui Asbabun Nuzul dalam memahami Al-Qur'an
a.       Menurut Ibnu Taimiyah mengatakan manfaat mengetahui Asbabun Nuzul adalah untuk menolong mufassir dalam menginterpretasikan Al-Qur'an.
b.      Menurut Al-Wahidi menyatakan ketidak mungkinan untuk menginterpretasikan Al-Qur'an tanpa mempertimbangkan aspek kisah Asbabun Nuzulnya.
C.                  Bentuk-Bentuk Asbabun Nuzul
            Dalam beberapa literatur yang ada, redaksi Al-Qur'an atau sighat yang digunakan untuk mengungkapkan sebab diturunkannya ayat Al-Qur'an berbeda-beda. Diantara diredaksi yang digunakan sebagai berikut :