Selasa, 08 Juli 2014

Mulianya Merahasiakan Kejelekan (Aib) Orang Lain [2]



Ketika kejelekan menyebar di tengah-tengah masyarakat
Sebagaimana dijelaskan di atas, orang yang melakukan kejelekan dan semakin jelek, bisa dimungkinkan karena dia sudah merasa sangat hina karena omongan yang menyebar di masyarakat, sehingga merasa dirinya sudah tidak memiliki kesempatan untuk menjadi baik.
Ketika keadaan masyarakat di daerah yang ditempati kondisinya telah mengutuk kita, solusinya harus hijrah ke daerah lain yang tidak mengenal diri kita. Ketika kita berada di daerah yang masyarakatnya tidak mengenal kita dan tidak mengetahui masa kelam kita, kita akan mudah memperbaik diri kita.

Mungkin salah satu hikmah hijrahnya Nabi adalah demikian. Ketika daerah yang kita huni tidak memungkinkan bagi kita untuk melakukan apa yang kita rencanakan, maka cara untuk melakukan kebaikan itu harus dilanjutkan di daerah lain.

Merahasiakan kejelekan dalam pertemanan
Dalam kehidupan berteman, pasti di dalamnya ada banyak macam karakter teman. Salah satunya yang menjadi biang perpecahan pertemanan adalah teman yang berkarakter “mulut panjang”. Teman yang berkarakter seperti ini hobinya membeberkan kejelekan temannya. Ke barat, ke timur, mungkin kalau bisa terbang ke atas lagi, kerjaannya hanya menyampaikan atau menceritakan kejelekan temannya.

Mulianya Merahasiakan Kejelekan (Aib) Orang Lain [1]


Salah satu aktifitas yang mengasyikkan bagi sekumpulan orang adalah membicarakan orang lain. Tidak jarang kita menemukan orang-orang yang berkumpul di suatu tempat, mereka tidak membicarakan orang lain. Pasti dari sekian pembicaran yang disampaikan ada sedikit-banyak pembahasan tentang orang lain. Mungkin kita sendiri juga termasuk orang yang melakukan itu.

Membicarakan orang lain biasanya karena beberapa alasan. Pertama, orang yang membicarakan itu tidak memiliki aktifitas atau menganggur. Sehingga, tidak ada aktifitas lain kecuali membcarakan orang lain. Kedua, masalah yang dibicarakan membuat mereka tertawa. Artinya, membicarakan orang lain sebagai bahan tawa bersama. Ketiga, karena orang yang dibicarakan adalah orang yang dibenci. Mungkin alasan yang ketiga ini yang membuat sebagian orang semangat dan hobi membicarakan orang lain. Tujuannya, agar orang yang dibenci di mata orang-orang jelek. Dia akan lebih senang melihat orang yang dibenci juga dibenci orang lain. Keempat, karena ada tujuan tertentu.

Sabtu, 02 November 2013

RINGKASAN: AN-NA'IM (Biografi dan Pemikiran)



AN-NA’IM

A.    Biografi
Abdullah Ahmad An-Na’im adalah pemikir Muslim terkemuka dari Sudan. Dikenal luas sebagai pakar Islam dan Hak Asasi Manusia (HAM), dalam perspektif lintas budaya. Penelitiannya mencakup isu-isu ketatanegaraan di negeri-negeri Islam dan Afrika, di samping isu-isu tentang Islam dan Politik. Dia juga menekuni riset-riset lain yang difokuskan pada advokasi strategi reformasi melalui tranformasi budaya internal. Saat ini An-Na-im bekerja sebagai professor Charles Howard Candler di bidang Hukum di Emory Law School, Atlanta, Amerika Serikat.
Tentang data-data yang lainnya masih belum kami dapatkan, jadi hanya ini sekelumit biografi tentang An-Na’im yang bisa kami tulis dalam paper ini.

B.     Karya dan Pemikiran
Disini sedikit kami akan membahas tentang beberapa karya dan pemikirannya. Diantara karya-karyanya adalah :
  1. Towards an Islamic Reformation (1990)
  2. Islam dan Negara Sekuler: Menegosiasikan Masa Depan Syari’ah (2007)